Tradisi Ramadhan yang Kian Memudar

Rambu Ramadhan
Tidak terasa Ramadhan sudah hampir berakhir, kita telah memasuki 10 hari ketiga, yaitu 10 hari yang membebaskan kita dari api neraka. Bulan Ramadhan memang lebih istimewa dibanding bulan-bulan yang lain.

Beberapa yang membuatnya istimewa antara lain ibadah dan tradisi Ramadhan. Ibadah di bulan Ramadhan seperti sholat tarawih, mohon ampun, sedekah/zakat, dan juga menyediakan iftar (menyediakan makanan untuk berbuka bagi orang-orang yang berpuasa).

Sedang tradisi di bulan Ramadhan antara lain kenthong sahur, pengiriman kartu lebaran dan juga pembuatan jajanan lebaran. Di jaman yang serba instan ini hal-hal seperti itu sudah jarang sekali terjadi. Kenthong sahur yang bertujuan membangunkan orang untuk segera sahur kini tidak terdengar lagi, mungkin sekarang dianggap pengganggu kenikmatan tidur? Ataukah mereka lebih memilih menggunakan fasilitas lain seperti HP atau semacamnya untuk membangunkan tidur?

Begitu pula dengan kartu lebaran, ajang mengasah kreatifitas ini juga mulai menghilang, padahal dengan kartu lebaran hasil kreatifitas kita, lebih berkesan untuk mereka yang mendapatkannya. Mereka lebih asyik menyampaikan selamat lebaran dengan sms, menulis di dinding Facebook ataupun e-cards.

Tidak berbeda pula dengan jajanan lebaran, kini mereka lebih asyik dengan makanan instan, alasan mereka adalah sibuk dengan pekerjaan, cape’ dengan kerjaan di luar, ribet kalau buat makanan sendiri, toh di luar banyak yang menjualnya. Padahal dengan kita membuat jajanan lebaran sendiri, kita juga belajar kreatif dan bisa menambah ke harmonisan keluarga.

Sesungguhnya dalam tradisi itulah sebagian hikmah ramadhan tersimpan, apa jadinya jika antar keluarga, antar tetangga tidak ada kebersamaan, sedang manusia sendiri adalah makhluk sosial. Mari sama-sama kita lestarikan tradisi ramadhan.

Semoga Ramadhan ini bukanlah “Ramadhan biasa” bagi kita, semoga Ramadhan kali ini lebih membawa kebaikan daripada Ramadhan-Ramadhan sebelumnya, semoga Allah meningkatkan derajat kita di hadapanNya, dan kita disampaikan di Ramadhan-Ramadhan berikutnya. Amien.

Gambar : thepenks dot wordpress dot com

7 thoughts on “Tradisi Ramadhan yang Kian Memudar

  • 14 September 2009 at 22:24
    Permalink

    Kalo gitu jangan sibuk fb ma ngeBlog mulu… tarawih dulu donk..

    Reply
  • 14 September 2009 at 23:36
    Permalink

    menurutku tradisi Ramadlan yang hampir sajah punak “i’tikaf di mesjid”,, knp iyah ???

    Reply
    • 15 September 2009 at 10:59
      Permalink

      benar.. sangat disayangkan..
      menurut saya i’tikaf bukan cuma tradisi.. tapi lebih kepada ibadah ramadhan.. dan Alhamdulillah masyarakat di sekitarku masih banyak yang melakukannya…

      Reply
  • 15 September 2009 at 20:55
    Permalink

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    Reply

Leave a Reply to Dyah Arindita Cancel reply