Usman Janatin City Park

Satu lagi tempat asyik di Purbalingga, namanya Usman Janatin City Park.

Mengenai nama Usman Janatin yang dipakai untuk taman kota ini, ditujukan untuk mengenang sosok pahlawan nasional asal Purbalingga. Usman Janatin, merupakan prajurit KKO (Korps Komando Operasi -kini disebut Marinir-) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia. Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Harun, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meledakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965.

Usman Janatin City Park berada di lahan bekas Pasar Kota yang memang didayagunakan untuk kepentingan masyarakat. Pengembangan diarahkan untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat Purbalingga berupa pusat rekreasi dan hiburan kota (urban leasure) dan fasilitas hotel/penginapan yang representatif.

Usman Janatin City Park

Area dengan total luas lahan sekitar 16.000 meter persegi itu disediakan sebagai lahan terbuka seluas 12.826 meter persegi dan lahan terbangun 3.174 meter persegi. Dari keseluruhan lahan terbangun, masing-masing terbagi menjadi 681 meter persegi untuk pusat jajanan, 122 meter persegi untuk panggung seni dan seluas 792 meter persegi untuk pusat hiburan.

Sarana bangunan yang ada terdiri gedung entertainment centre, karaoke, fitness centre, kios pujasera, dan gedung amphitheatre. Diharapkan taman kota itu akan memberikan nilai lebih dari sekedar ruang publik. Selain memberikan pilihan untuk bersantai, Usman Janatin City Park diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Purbalingga.

Hingga saat ini Usman Janatin City Park belum difungsikan secara penuh. Pasalnya pemerintah kabupaten mengalami kesulitan pendanaan guna pengembangan sarana hiburan dan olah raga. Akibatnya hampir 5 bulan setelah diresmikan, Usman Janatin Park masih sepi. Yah, semoga saja kedepannya ada banyak investor yang mau menanamkan modaLnya di Taman Kota ini.

16 thoughts on “Usman Janatin City Park

  • 15 November 2010 at 11:32
    Permalink

    Oyen mo inpes, berape rupieh? $-)

    ga ada lahan untuk taman jengkoL je… πŸ˜€

    Reply
  • 15 November 2010 at 12:28
    Permalink

    (Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
    Sayang banget belum seleasi 100% ya?. Padahal kalau seleasi pastinya bisa menjadi alternatif warga untuk berekreasi

    mungkin tahun depan dah 100%…

    Reply
  • 15 November 2010 at 14:18
    Permalink

    kapan2 nek aku nang Pbg, aku diajak kesana ya Le… πŸ˜‰

    bukan cuma ke situ mBa..
    tapi aku ajak muter-muter Purbalingga…

    Reply
  • 15 November 2010 at 16:32
    Permalink

    wah..mudah2an masalah pendanaannya bisa teratasi, ya…

    Main Gatenya…unik tenan… :dance:

    main gate kuwi opo, mBa… πŸ˜€
    i can’t speak engLish well je…

    Reply
  • 15 November 2010 at 20:44
    Permalink

    alo bos, salam kenal πŸ™‚
    wah keren. jadi pingin ke purbalingga πŸ˜€
    btw tukeran link yuk πŸ˜€
    ditunggu kabar baiknya ya πŸ™‚

    Reply
  • 15 November 2010 at 20:50
    Permalink

    gerbangnya cakep..
    ntar klo isi taman secara keseluruhan udah keren, mak kesana ya nTong.

    .. eMak omdo… πŸ‘Ώ

    Reply
  • 16 November 2010 at 16:05
    Permalink

    Yui…aku lewat sana keren banget, tp krn masih sepi kirain masih tutup πŸ™‚

    Reply
  • 17 November 2010 at 08:31
    Permalink

    wah lho kok baru tahu ya hehe.. duh Purwokerto makin tersaingi aja ma Purbalingga hehe.. kapan2 deh nengokin ke sana kan deket PWT-PBG πŸ™‚

    Reply

Leave a Reply